SKRIPSI FARMASI
Determinan Perilaku Terhadap Penggunaan Antibiotik pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kubu II Karangasem
Antibiotik merupakan obat utama yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi, terutama pada anak-anak. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan rasional memicu peningkatan resistensi antibiotik, yang menyebabkan periode pengobatan lebih lama, biaya medis lebih tinggi, dan peningkatan angka kematian. Perilaku orang tua dalam penggunaan antibiotik pada balita memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pekerjaan, pengetahuan, tingkat pendidikan, jenis kelamin, usia, dan persepsi terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kubu II Karangasem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah orang tua balita yang berusia 0-59 bulan di Desa Tianyar Tengah Wilayah Kerja Puskesmas Kubu II Karangasem, dengan jumlah sampel sebanyak 186 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada balita. Sedangkan jenis kelamin dan usia tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Tingkat pendidikan merupakan faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan antibiotik, sedangkan usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan antibiotik. Penelitian ini merekomendasikan kepada orang tua untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan antibiotik yang tepat dan kepada Puskesmas Kubu II Karangasem untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan antibiotik yang tidak rasional.
Kata kunci : Penggunaan antibiotik, perilaku, balita, pengetahuan, tingkat pendidikan
Tidak tersedia versi lain