Layar Terkembang merupakan novel karya Sutan Takdir Alisjahbana yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1937 oleh penerbit Balai Pustaka. Novel ini mengisahkan dua bersaudara mahasiswa kedokteran. Novel ini dianggap memberikan gambaran adopsi budaya Barat oleh masyarakat Indonesia.
Buku ini menceritakan tentang seorang perempuan yang lahir normal tapi tiba-tiba kena penyakit misterius saat ia berusia 19 bulan yang membuatnya buta dan tuli selamanya. Tetapi kondisi itu tidak membuat dia patah semangat karena ada seorang guru yang penuh cinta datang membawa cahaya bagi dunianya. Kekuatan jiwa mampu membawa dia melampaui keterbatan fisik ia membuat dunia terpana dengan capai…
Novel ini mengangkat tema kisah cinta yang terhalang status sosial antara pemuda miskin dan perempuan keturunan bangsawan dengan latar Kota Palembang dan Sungai Musi.
Setelah kembali dari pengasingan, pada tahun 1919, Ki Hadjar Dewantara mulai tertarik untuk menjadikan pendidikan sebagai alat perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Berangkat dari impian dan cita-cita luhurnya itu, pada 3 Juli 1922 Ki Hadjar Dewantara dan teman-teman seperjuangannya mendirikan “Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa.”